Nama Tesla kian kesohor dengan terobosan mobil listriknya yang berteknologi tinggi dan dinilai sangat efisien. Namun, meski mobil buatannya didambakan banyak orang, CEO Elon Musk tidak lantas merasa puas.
Sekitar akhir Januari silam, di sela ajang Hyperloop Pod Award Ceremony 2016, Elon mengutarakan angan-angannya yang tak terduga. Ya, Tesla Motors disebutnya serius akan segera menggarap pesawat jet listrik tanpa avtur.
"Saya telah memikirkan sebuah pesawat jet listrik yang lepas landas dan mendarat vertikal (VTOL). Saya kira saya punya sesuatu yang mendekati hal itu. Saya sangat tergoda untuk melakukan sesuatu dengan mimpi itu," ujar Elon Musk, dikutip Engadget.
Sontak pernyataan Elon disambut meriah dan decak kagum para tamu seisi ruangan. Pernyataan tersebut sekaligus menjawab rumor yang berkembang sejak akhir tahun 2015, di mana Elon hanya memiliki sebatas ide untuk mewujudkan sebuah pesawat listrik.
"Pesawat dan kapal, serta semua moda transportasi lain di dunia ini akan sepenuhnya berbasis listrik, bukan setengah listrik atau hibrida. Itu sudah tak perlu dipertanyakan," ungkap Elon optimistis, saat diwawancarai Huffington Post, bulan Oktober 2015 lalu.
Tentu perjalanan Elon dan Tesla masih panjang dan mempunyai setumpuk pekerjaan rumah. Salah satu isu terbesar untuk moda transportasi listrik tentu saja stasiun pengisian bahan bakar.
Bagaimana cara Tesla mengantisipasinya? Kita lihat saja nanti.