Viral Biru.Lewat di dinding facebook saya,terpampang foto seorang penjual kopi keliling.Ya.....penjual kopi seperti di gambar ini sering saya jumpai dahulu kala ketika kereta ekonomi masih amburadul.Para asongan dan pengamen serta penjual kopi keliling ini adalah sebuah hal yang sakral di masa itu.Biasanya mereka turun dan naik dari stasiun terdekat.
Suaranya tak begitu lantang menawarkan kopi,tapi dari jauh cukup terdengar jelas suaranya menawarkan kopi.Biasanya kereta ekonomi adalah tempat mangkal mereka mencari rejeki sehari hari.
Ini adalah seni,bukan cuma sekedar pekerjaan.Ya....mereka mencari rejeki tanpa mengganggu penumpang kereta seperti pengemis dan pengamen.
Saya pernah berbincang pada mereka,orangnya bertubuh tegap dan kekar serta sangar.
Saya bertanya kenapa tidak mengamen.Luar biasa....jawabnya sederhana.
"Saya malu dengan kondisi saya,saya sehat dan pantas meski hanya jualan kopi.
Kalau ngamen itu bagi saya bertentangan dengan nurani saya.Karena sudah psti tidak menolong malah mengganggu".
Oke...balik lagi ke beranda facebook saya.
Sejatinya saya sedikit bertanya tanya,"apa yang di fikir dan dilakukan lelaki ini di depan toko baju anak ini?".
Pertama,dia mungkin merasa senang meihat baju anak anak di dalam etalase itu.Bisa saja dia adalah seorang ayah dari anaknya.Jiwa seorang ayah yang ingin membelikan baju untuk anaknya namu uang belum cukup.
Kedua,pria ini merasa takjub dan heran melihat boneka baju ini sangat mirip dengan manusia asli.
Ketiga,ada tante cantik atau mahmud abas di dalam toko.Sehingga naluri lelakinya mencuat melihat wanita cantik.
Ke-empat,mungkin dia melihat istrinya di dalam bersama orang lain
Intinya di hanya memastikan keadaan itu benar atau tidak.
Apapun prasangka kita,sebaiknya tidak berprasangka buruk karena expresi wajahnya kita tidak tahu.
Rasanya foto pria ini akan menjadi berita viral.....