loading...
Viral Biru.Perang Suriah terjadi setelah musim semi di jazirah Arab pada 2011 lalu.Perang lalu melebar di seluruh negara Liga Arab di 2011.Setelah Presiden Suriah Bashar al-Assad dan pemerintahnya ditekan,protes menentang kepresidenan semakin banyak.Tindak kekerasan dan kaum oposisi semakin meningkat, dan kini lebih banyak kelompok-kelompok oposisi bergabung dengan para pejuang Suriah
Bagi banyak orang Amerika dan dunia, dampak yang nyata pertama kali terlihat begitu banyak kesedihan ini datang dalam bentuk foto memilukan.Omran Daqneesh, anak Suriah berdarah yang di dalam ambulans mengikuti airstrike Aleppo. Aleppo cepat telah menjadi pusat gempa perang Suriah, dan sementara banyak korban orang dewasa juga dalam insiden itu, kondisi ini tentu sangat menyedihkan melihat bagaimana anak-anak telah jatuh ke dalam garis bidik konflik.Tak sedikit pula mereka yang meninggal akibat perang.
Hampir 6.500 Suriah sekolah telah ditutup karena hancur sejak 2011, sehingga banyak di antara ank anak yang di tempatkan di jalan ketika proses belajar mengajar.Tentu ini sangat berbahaya dan rentan menjadi korban penembakan.

Sejak awal perang terjadi, lebih dari 18.000 warga sipil telah tewas di Aleppo, dan dari jumlah tersebut, sekitar 4.500 korban mereka masih anak-anak di bawah 18 tahun.Begitu banyaknya korban akibat perang ini dan yang memilukan adalah mereka masih anak anak.Lihatlah wajah mereka,begitu polos dan menyayat hati.Bisa anda bayangkan jika mereka adalah anak anak kita.Maka berbahagialah anak Indonesia bisa merasakan bermain setiap hari tanpa takut terkena peluru.
Sekitar 250.000 orang yang masih terjebak di Aleppo samai hari ini , hampir 100.000 dari mereka adalah anak-anak.Ya..perang membuat mereka tidak bisa pergi karena semua tempat menjadi medan perang.Tentu ini berbahaya ketika ada peluru nyasar atau malah menjadi korban penembakan dengan sengaja.Kelaparan dan tekanan mental karena suara desing peluru dan tembakan membuat anak anak ini semakin furstasi.
Tidak ada tempat yang tidak hancur.Bisa di pastikan semua tempat dan gedung di Aleppo hancur karena perang.Bahkan kamp kamp sementara pun ikut di tembaki sehingga semakin banyak korban berjatuhan dari warga sipil. Lihatlah wajah anak perempuan suriah ini...
Sementara itu pada September tahun 2016, serangan udara dan pemboman di Aleppo meningkat, meninggalkan banyak korban anak kecil yang tidak bersalah, hingga banyak yang terluka karena reruntuhan dan penembakan.Tampak seorang anak engan posisi kaki terjepit di salah satu gedung.
Bahkan tidak sedikit anak anak yang terluka dengan kondisi tangan dan kaki patah.Namun mereka tetap tegar karena Allah telah memberikan kesabaran pada mereka.Kondisi ini mengakibatkan anak anak ini cacat seumur hidup.
Kurangnya obat obatan dan tenaga medis menyebabkan sebagian anak tidak terawat dan meninggal dunia di rumah sakit.Kondisi ini di sebabkan karena terlalu banyak korban dan tenga medis serta perawat tidak memadai.Bantuan dari luar juga tidak bisa masuk karena terisolir karena perang.
Hanya tersisa sekitar 35 dokter di daerah tersebut, rata-rata satu dokter menangani 7.000 pasien rakyat sipil. Ini adalah rasio yang sangat tidak mungkin namun tetap berjalan karena memang keadaan memakasa.
Sebagian orang memilih menjadi pengungsi dan sebagian lagi bertahan karena penanaman stigma bahwa menjadi pengungsi tidak lebih baik keadaanya atau bisa lebih buruk.Sebenarnya ini hanya masalah politik,namun dampaknya begitu meluas.Hanya sebuah kepentingn beberapa gelintir orang namun begitu banyak nyawa di korbankan.






